Memahami hidup ini ternyata cukup melelahkan. Setiap hari berkutat dengan orang-orang yang berbeda kepribadiannya. Aku bukan orang yang istimewa karena ku bukan orang yang punya kelebihan di atas rata-rata. Ku hanya berusaha menjadi manusia yang lebih baik dan berusaha memahami orang lain sebaik-baiknya. Ku jarang menghabiskan waktu membaca buku-buku berat dan berkualitas, namun ku mempelajari hidup dari orang-orang yang memang berpengaruh langsung dalam kehidupanku selama ini. Mereka bukan orang yang paling sempurna, tapi ku sangat menyayangi mereka. Mereka adalah bapak dan ibuku.
Bapakku adalah seorang petani yang memiliki kemampuan berfikir di atas rata-rata bagi ukuran petani desa. Beliau tidak pernah mengecap pendidikan di suatu universitas. Namun kulihat beliau memiliki cara berfikir dan mengambil keputusan yang menurutku lebih bijak dan tegas daripada orang-orang bergelar sarjana. Beliau bukan orang yang memiliki fasilitas berkelas tinggi, namun beliau selalu dihormati oleh teman-teman beliau yang lebih kaya dan berpangkat. Bapak bukan pribadi semanis bapak-bapak yang lain. Beliau sungguh berbeda. Meski terlihat angkuh dan arogan, tapi beliau sangat jujur dan baik hati. Beliau tidak pernah merugikan orang lain. Beliau sering membantu orang lain tanpa berkoar-koar ataupun menunjukkan di depan umum. Beliau berusaha membantuku dan adikku menjadi pribadi yang lebih baik daripada beliau. Beliau mungkin sering memarahi kami. Namun kuyakin beliau hanya tidak ingin kami terjebak dalam kesalahan yang pernah beliau lakukan. Beliau tak ingin kami mengalami kegagalan seperti yang pernah beliau alami.
Dulu saat aku masih kecil sering merasa tidak nyaman dengan perlakuan bapak yang sangat ketat. Beliau seperti mengontrol kami secara berlebihan. Aku sering jengkel dalam hati dan tidak berani mengungkapkannya. Aku sering ingin memiliki bapak yang lain saat itu. Aku sering bermimpi mendapatkan bapak yang lebih bisa mengalah untukku. Aku sering berharap bapakku adalah orang yang selalu bisa memberi kami contoh untuk beribadah yang baik. Hal ini karena sikap beliau sering membuat kami berdua harus selalu mengalah. Kami harus bisa memahami sikap bapak yang emosinya gampang berubah. Selain itu, kami juga jarang sekali mendapati beliau sholat dan mengaji. Mungkin hanya ibadah puasa yang selalu beliau laksanakan. Kami merasa malu karena sering mendapatkan bapak-bapak yang lain sering sholat di masjid sedang bapak kami hanya di rumah hanya melakukan hal lain.
Sampai akhirnya ku berada di suatu titik menyadari bahwa memang itulah bapak kami. Beliau takkan mungkin diganti oleh orang lain. Beliaulah yang menurunkan kepribadian luar biasanya kepada kami. Beliaulah yang selalu memberikan apa yang kami inginkan sebelum kami meminta. Beliau selalu tahu apa yang kami butuhkan sebelum kami memikirkan bahwa kami membutuhkannya. Hanya beliau yang mampu membuat kami melihat bahwa hidup itu akan berbeda ketika kami sudah lebih dewasa. Banyak rintangan yang akan kami dapati saat kami lebih dewasa, namun beliau juga memberikan nasihat bahwa hanya kami yang mampu menghadapinya. Meski beliau jarang sholat, namun beliau selalu mengingatkan kami untuk beribadah tepat waktu dan sesuai syariat. Beliau tidak pernah memanjakan kami sehingga menjadikan kami menjadi orang yang selalu menyadari bahwa kami hanya orang biasa. Beliau memang jarang menunjukkan kasih sayang secara langsung. Meski kami sering bersama namun beliau lebih terlihat cuek. Tapi kami bisa merasakan perhatian bapak yang secara implisit sering beliau berikan. Memang itulah bapak kami yang sangat unik. Aku tidak ingin menukarnya dengan siapapun.
Alhamdulillah sampai detik ini, bapak masih diberi kesehatan. Yang paling membahagiakan lagi, bapak sudah mulai rajin sholat. Jadi ingat saat-saat kami sering mengejek beliau karena tidak pernah sholat ataupun saat-saat mengingatkan dan memohon beliau untuk beribadah. Ya memang membutuhkan waktu yang cukup panjang, namun hasilnya sangat manis. Beliau juga lebih bisa mengontrol emosi meski kadang masih muncul. Aku bersyukur sekali masih bisa berhubungan amat baik dengan beliau. Banyak pemikiran, nasihat dan tindakan beliau yang sangat mempengaruhiku dan memang sangat berguna dalam hidupku selama ini. Aku ingat beliau pernah memarahiku karena ku terlalu berlebihan menyukai sesuatu (saat itu aku lagi suka peterpan). Katanya hanya akan merugikanku saja. Selain itu kenangan bersama beliau yang paling berkesan adalah menemani beliau mengecek pengairan sawah sampai sungai di utara melalui tegalan-tegalan. Sungguh aku melihat perjuangan beliau untuk bisa membiayai hidup kami. Beliau rela menguras tenaganya saat beliau sudah tua sekalipun. Beliau memang sering terlihat tegar, namun aku tahu beliau pernah merasa terluka perasaannya. Sungguh ku berharap bisa membantunya. Satu hal yang kuinginkan dari beliau adalah melihat senyum tertulus beliau untuk kami. Aku akan melihatnya mungkin saat beliau mengetahui kami sudah sukses.
Sedang ibuku adalah pribadi yang lembut namun tegas. Beliau sungguh-sungguh orang yang luar biasa. Aku tak mampu mengungkapkan betapa beliau sangat berarti bagi kami. Beliau adalah orang yang sering membuat kami menjadi ceria dan tertawa. Beliau pribadi yang mudah disukai oleh orang lain. Beliau memiliki banyak teman di berbagai kalangan. Beliau adalah orang yang selalu bisa memahami orang lain. Aku juga heran, beliau bisa nyambung saat berbincang dengan orang-orang yang kadang di mataku sulit untuk diajak berkomunikasi. Tidak seperti bapak, ibuku merupakan role model kami dalam urusan beribadah. Beliau yang menunjukkan seberapa pentingkah beribadah, apa saja ibadah yang bisa kita lakukan dan seperti apa pelaksanaan ibadah itu. Beliau tidak memaksa kami melakukannya. Beliau tidak memberikan kami hadiah atau iming-iming agar kami mau sholat atau ngaji. Namun dengan teladan dan pengertian yang selalu beliau berikan secara rutin, membuat kami cepat menyadari pentingnya beribadah dan melakukannya secara rutin meski saat itu kami masih kecil. Sungguh berkah dari Allah yang luar biasa.
Ibuku juga sangat mengikuti perkembangan. Namun yang sering beliau ikuti adalah perkembangan hal-hal yang disukai aku, adik dan bapak. Beliau tahu musik-musik yang kami sukai bahkan beliau sering hafal lagu-lagu yang kami putar. Bayangkan, ibuku suka banget dengan Simple Plan, Good Charlotte dan Green Day. Terdengar aneh memang, namun beliau hanya menikmatinya sebagai hiburan. Beliau juga senang menonton sepakbola dan tahu pemain-pemain bola yang berbakat. Beliau sangat memahami kami semua. Kami sangat nyaman berada di dekatnya. Jarang melihat beliau marah, namun jika beliau sudah marah tidak ada yang berani melawannya termasuk bapak. Bukan karena bapak takut, namun karena ibu memang pantas marah saat itu.
Ibu sering menemani bapak di sawah. Beliau sangat setia mensupport bapak. Memang kadang seperti membuang waktu, namun beliau tetap melakukannya sampai sekarang. Beliau tidak berpangku tangan saat menemani bapak, beliau kadang juga mempunyai tanaman yang harus beliau urus sendiri. Meski tidak menghasilkan pendapatan yang banyak, namun ibu suka mengurusnya. Katanya untuk hiburan beliau. Kadang aku juga membantu beliau sambil bercerita banyak tentang perkembanganku. Sungguh momen-momen itu sangat berharga dan berkualitas untukku. Ah, sungguh sulit menceritakan sosok ibuku. Sebenarnya banyak hal unik yang beliau miliki, tapi aku kesulitan mengungkapkannya di tulisan ini. Yang pasti beliau adalah satu-satunya orang yang mampu membantuku saat aku terpuruk. Orang yang selalu mengingatkanku dalam segala hal. Orang yang selalu mendengarkan semua curhatanku. Orang yang sangat aku percaya untuk menyimpan semua cerita hidupku. Orang yang selalu memberiku solusi dalam menghadapi kesulitanku. Orang yang selalu membuatku ceria hanya dengan senyuman dan tawanya. Orang yang selalu memarahiku saat ku melakukan kecerobohan. Orang yang bisa tahan dengan sikap bapak. Orang yang selalu sabar meski sering tersakiti. Orang yang sampai detik ini masih bisa menghadapi adikku saat aku dan bapak sudah menyerah. Orang yang selalu beguna untuk orang lain. Orang yang paling berkorban di antara kami. Orang yang sungguh keren dan cool.
Hanya ucapan terima kasih yang bisa aku berikan untuk mereka. Tidak ada yang bisa menggantikan pengorbanan dan kasih sayang mereka. Doa dari anak mereka inilah yang akan mengiringi sisa hidup mereka. Doa untuk kesehatan dan kebahagiaan mereka. Doa agar mereka tetap istiqomah menjaga kami sampai kami mampu melanjutkan hidup kami secara mandiri. Doa agar mereka selalu konsisten dalam ibadah mereka. Semoga doa kami kepada mereka akan tetap terpanjat seumur hidup kami. Aku juga ingin meminta maaf kepada mereka. Banyak perlakuan yang kadang tak seharusnya mereka terima. Banyak kata-kata yang seharusnya tak mereka dengar. Ya memang anak ini belum bisa menjadi anak yang berbakti 100% kepada kalian. Anak ini masih bandel dan tidak peduli kepada kalian. Anak ini masih bersikap lancang kepada kalian. Namun, ketahuilah kami pasti menyesal setelah kami melakukannya kepada kalian. Kami akan merasa bersalah dan menangis karena membuat kalian terluka.
Ya Allah, terima kasih Engkau telah memberikan orang tua sekeren mereka. Inilah anugrah terbesar yang Engkau berikan kepada kami. Izinkan kami memberikan sedikit kebahagiaan kepada mereka. Panjangkan umur mereka sampai mereka dapat merasakan hidup yang nyaman dan tenang sehingga mereka dapat beribadah sebaik-baiknya.
For my dad and my mom, thank you and sorry.....
I love u because of Allah…..
Please, wait us!!!
We’ll make u smile…
Give us your sweetest smile when you see us be successful person…
160710 in my brother’s room
Tidak ada komentar:
Posting Komentar