Senin, 28 Maret 2011

My Way to be Better

Melihat nyawa itu menjauh serasa menyakitkan. Tapi memang mereka memiliki kehidupan sendiri. Mereka tidak ingin terbelenggu oleh jiwa yang kering ini. Diri ini sungguh ingin berkata aku bukan penggangu kehidupan, namun masih saja aku menjadi beban bagi jiwa yang besar itu. Aku bukan apa-apa. Aku tidak istimewa dan tidak memiliki perasaan sehalus malaikat. Aku bukan orang bermental hebat yang bisa berkoar sesuka hati. Aku bukan manusia bijaksana yang mampu memberikan kata-kata indah bagi orang di sekitarku. Aku hanya seonggok jiwa yang rapuh. Jiwa yang masih bermental lemah dan sempit. Banyak pandangan yang belum aku maknai secara luas. Pikiran parsial dan sempit masih merajai otakku. Aku belum bisa mempercayai orang lain meski mereka orang yang baik. Apakah aku terlalu sombong atau aku terlalu takut. Aku tak tahu alasannya. Ku hanya merasa tak perlu menunjukkannya kepada orang lain, termasuk kepada mereka yang sangat kusayangi. Aku melihat masih bisa menahan sakit ini selama aku masih bisa berkomunikasi denganNya. Ya, hanya Dialah tempatku menceritakan semuanya. Semua uneg-uneg di kepala yang serasa ingin pecah. Tiada tempat yang lebih baik daripadaNya. Ya Allah, terima kasih atas kesempatan hidup yang telah diberikan padaku. Terima kasih selalu memahamiku sebagai hambaMu yang dangkal. Terima kasih selalu memberi ampunan. Betapa bodohnya aku sering melupakanMu. Kuingin menemuiMu sesegera mungkin. Tapi aku tahu masih banyak orang lain yang membutuhkan tenaga, pikiran dan hatiku. Aku memang pilihan terakhir dari semua yang ada dan aku sering mengalami hal itu. Ku tahu itu adalah caraMu memberiku kesempatan. Namun kadang ku ingin menjadi pilihan utama. Namun sepertinya itu bukanlah diriku. Aku memang bukan orang istimewa dan ku sangat menyadari itu. Aku hanya orang yang bisa melakukan beberapa hal tapi bukan ahlinya. Tak mengapa jika memang keberadaanku bisa melengkapi kekurangan. Tak mengapa jika keberadaanku hanya menambal kekosongan. Kuberharap keberadaanku ini mampu membantu orang lain berhasil dan mendapatkan kebahagiaan mereka. Kuberharap keberadaanku mampu membantu orang lain mensyukuri kehidupan. Kutahu hanya RidhoMu yang akan membuatku bahagia dan ku akan berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan RidhoMu dengan kemampuan yang Engkau berikan. Aku bukan pengecut dan pengalah. Aku hanya berusaha memahami orang lain dan tidak ingin melihat mereka terluka. Jika aku masih punya banyak salah, aku akan memperbaikinya. Aku berharap kamu semua melihatku dari perspektif yang berbeda karena aku memang orang yang berbeda. Pahamilah aku dengan cara yang lain jika tak bisa memahamiku dengan cara yang biasa. Silakan tendang saja aku jika sudah tidak dibutuhkan lagi. Aku akan mencari kebahagiaan yang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar